Widget HTML #1

Peran Serta dalam Sistem Politik dan Bentuk Partisipasi Politik di Indonesia

Sistem Politik di Indonesia

Sistem politik negara Republik Indonesia menganut paham demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang berdasarkan pada Pancasila.


Banyak hal yang mempengaruhi pengembangan demokrasi di Indonesia, bisa karena tuntutan nasional atau pengaruh internasional yang melahirkan serentetan konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia yang menjadi landasan pengembangan demokrasi di Indonesia.


Kestabilan politik di Indonesia sejak merdeka, pada dasarnya dapat kita kelompokkan ke dalam masa atau era sebagai berikut.
  1. Masa 1945–1967
    Pada Masa 1945–1967 terjadi perubahan dari sistem politik demokrasi konstitusional menjadi sistem politik demokrasi terpimpin.
  2. Masa 1967–1999
    Pada Masa 1967–1999 terjadi perubahan dari sistem politik demokrasi terpimpin menjadi demokrasi Pancasila. Masa ini lebih dikenal dengan sebutan Orde Baru.
  3. Masa 1999 sampai sekarang
    Pada masa 1999 hingga saat ini terjadi perubahan dari sistem politik sentralisasi menjadi sistem politik yang mengarah pada kemandirian daerah atau otonomi daerah. Masa ini dikenal dengan sebutan Orde Reformasi.


Peran Serta dalam Sistem Politik

Jika kita melihat peran serta atau partisipasi politik yang berkaitan dengan sistem politik, maka ada dua hal yang tidak dapat kita abaikan begitu saja, yaitu masalah sosialisasi politik dan kebudayaan politik.


Sosialisasi politik dan kebudayaan politik merupakan kunci untuk memahami sistem politik.


Istilah sosialisasi pada dasarnya digunakan oleh ahli-ahli ilmu sosial untuk menunjukkan cara anak-anak atau generasi yang lebih muda diperkenalkan dengan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakatnya, serta cara mereka mempelajari peranan-peranan yang diharapkan mereka jalankan kelak jika sudah dewasa.


Sosialisasi politik adalah bagian dari proses sosialisasi yang khusus membentuk nilai-nilai politik, dimana menunjukkan sikap seharusnya tiap-tiap anggota masyarakat berpartisipasi dalam sistem politiknya.


Semua anggota masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung, mengalami proses sosialisasi politik.


Melalui proses sosialisasi politik diharapkan anggota-anggota masyarakat mengenal, memahami, dan menghayati nilai-nilai politik tertentu yang kemudian bisa memengaruhi sikap dan tingkah laku politik mereka sehari-hari.


Dimulai dari sosialisasi politik lalu kebudayaan politik sebagai pantulan langsung dari keseluruhan sistem sosial budaya masyarakat dalam arti seluas-luasnya. Dapat dikatakan bahwa, nilai-nilai politik yang terbentuk dalam diri seseorang biasanya berkaitan dengan nilai-nilai lain yang hidup dalam masyarakat, seperti nilai-nilai sosial, budaya, dan agama.


Seperti uraian di atas, partisipasi politik adalah suatu usaha terorganisasi para warga negara untuk memengaruhi bentuk dan jalannya kebijaksanaan umum.


Berbicara tentang partisipasi politik, terasa kurang lengkap jika tidak mempertimbankan bagaimana partisipasi politik itu diwujudkan, atau lewat cara-cara apa partisipasi politik itu bisa dilaksanakan dengan efektif.


Menurut Gabriel A. Almond (A. Rahman H.I, 2007: 288), bentuk partisipasi politik yang sudah dianggap sebagai bentuk normal atau yang sudah umum dalam demokrasi modern meliputi hal-hal berikut
  1. Aktivitas pemberian suara (voting)
  2. Diskusi politik
  3. Kegiatan kampanye
  4. Bergabung dalam kelompok kepentingan
  5. Melaksanakan komunikasi individual dengan pejabat-pejabat politik maupun administratif


Kegiatan Keikutsertaan Warga Negara Dalam Sistem Politik

Keikutsertaan warga negara dalam sistem politik dapat diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan sebagai berikut.



a. Politik

Setiap warga negara dapat mengikuti secara langsung maupun tidak langsung kegiatan-kegiatan berikut ini.
  1. Ikut memilih dalam pemilu
  2. Menjadi anggota aktif dalam partai politik, kelompok penekan (pressure groups) maupun kelompok kepentingan
  3. Duduk dalam lembaga politik, seperti MPR, DPR, presiden, dan menteri
  4. Mengadakan komunikasi (dialog) dengan wakil rakyat
  5. Berkampanye dan menghadiri kelompok diskusi
  6. Mempengaruhi para pembuat keputusan sehingga produk-produk yang dihasilkan/dikeluarkan sesuai dengan aspirasi atau kepentingan masyarakat


b. Ekonomi

Setiap warga negara dapat ikut serta secara aktif dalam kegiatan-kegiatan ekonomi berikut ini.
  1. Menciptakan sektor-sektor ekonomi produktif baik dalam bentuk jasa, barang, transportasi, dan komunikasi
  2. Melalui keahlian masing-masing menciptakan produk-produk unggulan yang inovatif, kreatif, dan kompetitif
  3. Kesadaran untuk membayar pajak secara teratur demi kesejahteraan dan kemajuan bersama


c. Sosial Budaya

Setiap warga negara dapat mengikuti kegiatan berikut.
  1. Sebagai pelajar atau mahasiswa yang menunjukkan prestasi belajar tinggi
  2. Menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum, seperti melakukan tawuran, memakai narkoba, merampok, dan berjudi
  3. Profesional dalam bidang pekerjaannya, disiplin, dan berproduktivitas tinggi untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional


d. Pertahanan dan Keamanan

Setiap warga negara dapat ikut terlibat aktif dalam kegiatan berikut.
  1. Bela negara dalam arti luas sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing
  2. Senantiasa memelihara ketertiban dan keamanan wilayah atau lingkungan tempat tinggalnya
  3. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa demi tetap tegaknya NKRI
  4. Menjaga stabilitas dan keamanan nasional agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana


Bentuk Partisipasi Politik

Bentuk partisipasi politik antara orang yang satu dengan orang yang lain berbeda-beda.


Terdapat dua faktor yang menyebabkan perbedaan bentuk partisipasi politik seseorang.
  1. Kesadaran politik
    Kesadaran politik adalah kesadaran seseorang terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara
  2. Kepercayaan politik
    Kepercayaan politik adalah sikap dan kepercayaan seseorang terhadap pemerintahnya

Berdasarkan dua faktor di atas (Kesadaran politik dan Kepercayaan politik), terdapat empat bentuk atau tipe partisipasi politik seseorang sebagai berikut.
  1. Partisipasi politik aktif
    Partisipasi politik aktif adalah jika seseorang memiliki kesadaran politik dan kepercayaan politik yang tinggi
  2. Partisipasi politik apatis
    Partisipasi politik apatis adalah jika seseorang memiliki kesadaran politik dan kepercayaan politik yang rendah
  3. Partisipasi politik pasif
    Partisipasi politik pasif adalah jika seseorang memiliki kesadaran politik yang rendah, tetapi kepercayaan politiknya tinggi
  4. Partisipasi politik militan radikal
    Partisipasi politik militan radikal adalah partisipasi politik seseorang yang kesadaran politiknya tinggi, tetapi kepercayaan politiknya terhadap pemerintah rendah