Widget HTML #1

Model-Model Sistem Politik

Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan atau input ke dalam sistem politik, yang mengubah melalui proses politik menjadi sebuah keluaran atau output.


Dalam model sistem politik ini, masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan atau tuntutan.


Dukungan dan tuntutan harus diolah oleh sistem politik melalui berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintahan.


Tujuan diolahnya dukungan dan tuntutan adalah untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam perspektif ini, efektivitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat.


Secara garis besar, ada dua fungsi utama sistem politik yang sekaligus merupakan ciri esensial, dalam arti harus ada pada setiap sistem politik seperti berikut.
  1. Perumusan kepentingan rakyat atau identification of interest in the population
  2. Pemilihan pemimpin atau pejabat pembuat keputusan atau selection of leaders or official decision maker

Kepentingan dasar rakyat merupakan konsekuensi yang harus diperhatikan pemegang suprastruktur kekuasaan. Meskipun kepentingan rakyat tersebut berbeda satu sama lain.


Sistem politik sudah seharusnya tanggap terhadap kepentingan dasar rakyat dan mampu mempersatukannya. Akan tetapi, nyatanya fungsi ini dijalankan secara berbeda dalam tiap negara, karena struktur politiknya berbeda.


Berkaitan dengan model sistem politik, seorang tokoh politik bernama Gabriel A. Almond menggambarkan model sistem politik dalam bentuk diagram, yang dapat kalian lihat seperti di bawah ini.


Model sistem politik menurut Gabriel A. Almond.