Widget HTML #1

Mengenal Macam-Macam Sistem Politik

Beberapa Pendapat Tentang Macam-Macam Sistem Politik

Macam-macam sistem politik, pada dasarnya dapat kita uraikan berdasarkan tipe atau model yang didasarkan pada sudut kesejarahan dan perkembangan sistem politik dari berbagai negara yang disesuaikan dengan perkembangan kultur dan struktur masyarakatnya.


Terdapat beberapa pendapat yang menyatakan tentang macam-macam sistem politik, diantaranya adalah seperti berikut.



a. Sistem Politik Menurut Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell Jr (A. Rahman H.I, 2007: 68–70)

Menurut Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell Jr (A. Rahman H.I, 2007: 68–70), dikatakan bahwa sistem politik dapat dikategorikan sebagai usaha untuk mengadakan pencarian ke arah:
  1. Lingkungan yang lebih luas
  2. Realisme
  3. Persisi
  4. Ketertiban dalam teori politik agar hubungan yang terputus antara comparative government dengan political theory dapat ditata kembali

Lebih lanjut lagi, Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell Jr, menguraikan bahwa pengertian dan pendekatan sistem politik dapat digolongkan dalam tiga bagian yaitu
  1. Pendekatan Tradisional
  2. Pendekatan Perilaku atau Behavioralisme
  3. Pendekatan Pasca Perilaku atau Post Behavioralis


1. Pendekatan Tradisional

Pendekatan Tradisional adalah pendekatan sistem politik yang memandang lembaga pemerintahan, kekuasaan, dan keyakinan politik sebagai dasar analisis sistem politik.



2. Pendekatan Perilaku atau Behavioralisme

Pendekatan Perilaku atau Behavioralisme adalah pendekatan yang sangat dipengaruhi oleh sistem analisis perilaku atau behavioralis.


Jika kita melihat dalam arti unit analisisnya lebih didasarkan pada pernyataan, sikap dan perilaku individu, organisasi dan lembaga pemerintahan yang sedang berjalan.



3. Pendekatan Pasca Perilaku atau Post Behavioralis

Pendekatan Pasca Perilaku atau Post Behavioralis adalah pendekatan yang memiliki anggapan bahwa manusia adalah makhluk yang kreatif.


Pendekatan-pendekatan kelakuan, struktural-fungsional dan analisis sistem dalam menekuni mencari dasar ilmu pengetahuan yang empiris, kurang memperhatikan faktor penglihatan ke depan atau vision dan daya khayal atau imagination yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang gawat dan perlu dengan segera di atasi.


Pendekatan pasca perilaku timbul sebagai reaksi dari aliran perilaku, karena menurut aliran pasca perilaku bahwa aliran perilaku kerap melupakan nilai manusiawi.


Berdasarkan pengamatan sejarah bahwa banyak kejadian-kejadian, termasuk kejadian politik yang ditimbulkan oleh manusia dalam masyarakat tidak pernah ada yang sama secara mutlak penuh, walaupun unsur yang melingkupi kejadian tersebut mempunyai kemiripan. Manusia yang menghadapinya tidak akan pernah sama, baik dalam perilaku, gaya, sikap, dan caranya.


Jaringan interelasi satu kejadian dengan kejadian lainnya sangat kompleks, sekompleks tingkah laku manusia itu sendiri, yang diduga tidak bisa ada suatu matriks tentang masyarakat yang cukup signifikan mengenai hal itu.


Manusia selalu mempunyai improvisasi sendiri untuk memecahkan problema dan tantangan masing-masing, dan sering bersifat original dan berbeda dari manusia lainnya.



b. Sistem Politik Menurut Pendapat Umum

Menurut pendapat umum, sistem politik dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
  1. Sistem Politik Demokrasi
    Secara umum, sistem politik demokrasi mengandung beberapa ciri sebagai berikut.
    1. Kedaulatan rakyat
    2. Persamaan politik
    3. Konsultasi rakyat
    4. Pemerintahan mayoritas atau majority rule.
    5. Adanya minoritas permanen atau kelompok minoritas yang terbentuk atas dasar ras, agama, dan bahasa, serta entisitas atau ciri permanen lainnya
    6. Beberapa kebijakan dijalankan dengan memberikan perwakilan proporsional, memberikan hak veto, dan memberikan otonomi khusus
  2. Sistem Politik Otoriter/Diktator/Totaliter
    Sistem politik otoriter artinya suatu bentuk pemerintahan yang ditandai kekuasaan tertinggi untuk memerintah dipegang dan dijalankan oleh satu orang/kelompok kecil elite.
    Adapun ciri-ciri sistem politik otoriter adalah sebagai berikut.
    1. Negara memiliki sebuah ideologi resmi
    2. Negara mempunyai satu partai massa tunggal
    3. Negara mengawasi seluruh kegiatan penduduk dengan sistem teror
    4. Adanya monopoli media massa
    5. Adanya kontrol ketat dari militer
    6. Pengendalian terpusat