Mengenal Menu dan Sub Menu Pada BIOS
Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan sedikit tentang menu dan sub menu pada BIOS beserta fungsinya.
ADVANCED BIOS FEATURES
Menu utama ADVANCED BIOS FEATURES, memiliki beberapa sub menu seperti:
1. Interupt Mode (PIC/APIC)
PIC disini artinya dapat melakukan interrupt sebanyak 16 interupt, sedangkan APIC sebanyak 23 interupt.
Fungsi Interupt Mode (PIC/APIC) adalah untuk menghindari konflik resource pada saat sebagian besar slot PCI dipenuhi oleh periperhal.
2. CPU Fast Strings
CPU Fast Strings berfungsi untuk mempengaruhi kerja cache L1 pada CPU dan mengubah settingnya menjadi Enabled
3. MPS Control for OS (1.1/1.4)
MPS Control for OS (1.1/1.4) berfungsi untuk menggunakan 2 processor atau lebih.
ADVANCED CHIPSET FEATURES
Menu utama ADVANCED CHIPSET FEATURES, adalah berisi kemampuan untuk melakukan tweaking untuk meningkatkan kinerja. ADVANCED CHIPSET FEATURES memiliki beberapa sub menu seperti:
1. Compatible FPU OPCODE (Enabled/Disabled)
Compatible FPU OPCODE berfungsi untuk melakukan emulasi FPU yang dapat meningkatkan kinerja pada P-4 sehingga memberikan kompatibilitas yang lebih besar.
Jika pengaturan dibuat disable, maka kinerja CPU menjadi lebih cepat dalam melakukan kalkulasi.
2. ATA 66/100 IDE Cable Msg (Enabled/Disabled)
ATA 66/100 IDE Cable Msg berfungsi untuk memilih 40 pin (ATA 66) atau 80 pin (ATA 100) yang berfungsi untuk meningkatkan transfer data jika status enabled.
3. USB 2.0 HS Refer Voltage (Low/Medium/High/Max)
USB 2.0 HS Refer Voltage hanya dapat kita temukan pada board baru, yang khusus untuk meningkatkan kecepatan USB 2.0. Pilih dalam mode Maximum.
4. Delay Prior to Thermal (4/8/16/32)
Delay Prior to Thermal (4/8/16/32) hanya terdapat pada P-4. Delay Prior to Thermal (4/8/16/32) berfungsi untuk menentukan lama prosesor berada pada modus lambat ketika terjadi overhead atau panas yang berlebih.
5. Power Management Setup
Power Management Setup berfungsi untuk mengatur penghematan energi.
6. ACPI Suspend Type, S1 (POS) / S3 (STR)
ACPI Suspend memiliki dua tipe, yaitu S1 dan S3. S1 adalah PC akan lebih cepat karena hanya Hdisk, CP dan monitor yang dimatikan. Sedangkan S3 adalah semua perangkat dimatikan kecuali RAM, untuk menghemat energi. Dikarenakan S3 lebih rumit dari S1, pilih S1. Berlaku pada Windows 2000 ke atas.
7. Frequency/Voltage Control
Frequency atau Voltage Control berfungsi untuk mendukung peningkatan kecepatan CPU dan RAM. Melalui peningkatan tegangan listrik akan membantu mengatasi komponen bermasalah akibat overclocking.
8. AGPCLK/CPUCLK
AGPCLK atau CPUCLK adalah fitur dilengkapi dengan pembagi variable yang dapat mengatur frekuensi antara AGP dan PCI agar tidak bergantung pada FSB.
Disini jika pilihan pada mode Fix maka frekuensi AGP dan PCI selalu tetap pada 33 MHz atau 66 MHz.
9. Virus Warning (Enabled/Disabled)
Virus Warning berfungsi untuk memproteksi virus sebelum booting yang menyerang boot sector.
Virus Warning dapat menyebabkan kegagalan ada instalasi routine software, jadi lebih baik di Disable saja
10. CPU Level 1 Cache (Enable/Disable)
CPU Level 1 Cache bermanfaat ketika terjadi overclocking dalam mengidentifikasi penyebab kegagalan overclock.
Pilih CPU Level 1 Cache Enable jika melakukan overclock dan pilih CPU Level 1 Cache Disable untuk tidak melakukan overclock.
11. CPU level 2 Cache (Enable/Disable)
CPU level 2 Cache berfungsi untuk mendeteksi penyebab kegagalan overclock. Pilih CPU level 2 Cache Disable agar CPU dapat dioverclock.
12. CPU L2 cache ECC Checking (Enable/ Disable)
CPU L2 cache ECC Checking berfungsi untuk pengecekan apakah terjadi ECC atau Error Correcting Code.
CPU L2 cache ECC Checking Enable untuk mendeteksi dan mengoreksi single-bit error data yang disimpan dalam L2 cache. Selain itu, bisa juga mendeteksi double-bit error namun tidak dapat melakukan pengoreksian.
ECC(Error Correcting Code) bisa membuat sistem stabil dan reliable, khususnya ketika dioverclock. Lebih baik CPU L2 cache di set status Enable.
13. Processor Number Feature (Enable/Disable)
Processor Number Feature hanya terdapat pada processor P-3. Processor Number Feature memungkinkan untuk mengecek apakah seri dari P-3 bisa dibaca dari program eksternal atau tidak. Sebaiknya Processor Number Feature di set ke Disable
14. Quick Power On Self Test (Enable/Disable)
Quick Power On Self Test berfungsi untuk mempersingkat sejumlah tes dan melewati tes-tes yang lain pada saat booting. Hal ini membantu dalam membuat booting menjadi lebih cepat. Lebih baik memilih Quick Power On Self Test Enable.
15. Boot Sequence
Boot Sequence berfungsi untuk menentukan urutan booting.