Mengenal Apa itu Istilah dan Bagaimana Penggunaannya
Tata Istilah
Istilah adalah kata atau frasa yang digunakan sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, keadaan, proses, atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Tata istilah atau terminologi adalah suatu perangkat atau asas ketentuan pembentukan istilah atau kumpulan istilah yang dihasilkannya.
Beberapa contoh tata istilah adalah seperti di bawah ini- Anabolisme pasar modal
- Demokrasi pemerataan
- Laik terbang perangkap electron
Istilah Umum dan Istilah Khusus
Istilah umum adalah istilah yang diambil dari bidang tertentu, yang dipakai secara luas, dan menjadi unsur kosakata umum. Contoh istilah umum adalah anggaran belanja penilaian, daya radio, nikah takwa.
Istilah khusus adalah istilah yang maknanya terbatas pada bidang tertentu saja. Contoh istilah khusus adalah apendektomi kurtosis, bipatride pleistosen
Persyaratan Istilah yang Baik
Dalam pembentukan istilah penting bagi kita untuk memperhatikan persyaratan serta pemanfaatan kosakata bahasa Indonesia seperti berikut.- Istilah yang dipilih merupakan kata atau frasa yang paling tepat dalam mengungkapkan konsep, termasuk tidak menyimpang dari makna itu
- Istilah yang dipilih merupakan kata atau frasa yang paling singkat di antara pilihan yang ada dan mempunyai rujukan sama.
- Istilah yang dipilih merupakan kata atau frasa yang memiliki nilai rasa atau konotasi yang baik.
- Istilah yang dipilih merupakan kata atau frasa yang enak didengar atau eufonik
- Istilah yang dipilih merupakan kata atau frasa yang bentuknya sesuai kaidah bahasa Indonesia
Nama dan Tata Nama
Nama adalah kata atau frasa yang didasarkan pada kesepakatan menjadi tanda pengenal benda, orang, hewan, tumbuhan, tempat, atau hal.
Tata nama atau nomenklatur adalah perangkat peraturan penamaan dalam bidang ilmu tertentu, seperti kimia dan biologi, beserta kumpulan nama yang dihasilkannya.
Contoh tata nama adalah seperti aldehida primat, natrium klorida, oryza sativa.
Proses Pembentukan Istilah
Upaya ilmuan atau scientist dan pandit telah menghasilkan konsep ilmiah, yang pengungkapannya dituangkan dalam perangkat peristilahan.
Ada istilah yang sudah mapan dan ada juga istilah yang masih perlu diciptakan.
Konsep ilmiah yang sudah dihasilkan ilmuwan dan pandit Indonesia dengan sendirinya mempunyai istilah yang mapan.
Meski sudah mapan, sebagian besar konsep ilmu pengetahuan modern yang dipelajari, digunakan, dan dikembangkan oleh pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia datang dari luar negeri dan sudah dilambangkan dengan istilah bahasa asing.
Selain itu, ada kemungkinan kegiatan ilmuwan dan pandit Indonesia akan mencetuskan konsep ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang sama sekali baru sehingga perlu adanya penciptaan istilah baru.
Bahan Baku Istilah Indonesia
Pada dasarnya tidak ada satu bahasa pun yang sudah memiliki kosakata yang lengkap dan tidak memerlukan ungkapan untuk gagasan, temuan, atau rekacipta yang baru.
Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional utama pun, pernah menyerap kata dan ungkapan dari bahasa Yunani, Latin, Prancis, dan bahasa lain, yang jumlahnya hampir tiga perlima dari seluruh kosakata yang dimilikinya.
Sejalan dengan itu, bahan istilah Indonesia diambil dari berbagai sumber, terutama dari tiga golongan bahasa yang penting, yaitu- Bahasa Indonesia, termasuk unsur serapannya, dan bahasa Melayu
- Bahasa Nusantara yang serumpun, termasuk bahasa Jawa Kuno
- Bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab
Pemantapan Istilah Nusantara
Istilah yang mengungkapkan konsep hasil galian ilmuwan dan pandit Indonesia, seperti Bhinneka Tunggal Ika, batik, banjar, sawer, gunungan, dan pamor, telah lama diterima secara luas sehingga dapat dimantapkan dan hasilnya dikodifikasi.
Pemadanan Istilah
Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia dilakukan lewat penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan.
Demi keseragaman, sumber rujukan yang diutamakan diambil dari istilah Inggris yang pemakaiannya bersifat internasional karena sudah dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya.
Penulisan istilah serapan juga dilakukan dengan atau tanpa penyesuaian ejaannya berdasarkan kaidah fonotaktik atau melalui hubungan urutan bunyi yang diizinkan dalam bahasa Indonesia